3. Pemeriksaan penunjang
a. Pemeriksaan laboratorium. Jika terdapat kelainan, ditatalaksana dan diperiksa ulang terus sampai mencapai normal. Jika sejak awal laboratorium rutin dalam batas normal, diulang kembali pada kehamilan 32-34 minggu.
Periksa juga infeksi TORCH (Toxoplasma, Rubella, Cytomegalovirus, Hepatitis / HIV).
Periksa gula darah pada kunjungan pertama, bila normal, periksa ulang pada kunjungan minggu ke 26-28, untuk deteksi dini diabetes mellitus gestasional. Pemeriksaan laboratorium lain yang dikerjakan adalah golongan darah (A, B, O), faktor rhesus, kadar hemoglobin, air kencing untuk albumin, berat jenis, bakteri urin.
b. Pemeriksaan fetal phone, Doppler. Dopler dapat digunakan untuk mendengar denyut jantung janin mulai usia kehamilan 10-12 minggu.
c. Pemeriksaan USG tidak berbahaya karena menggunakan gelombang suara. Frekuensi yang digunakan dari 3.5, 5.0, 6.5 atau 7.5 MHz. Makin tinggi frekuensi, resolusi yang dihasilkan makin baik tetapi penetrasi tidak dapat dalam, karena itu harus disesuaikan dengan kebutuhan.
d. Pemeriksaan pelvimetri radiologik pada akhir trimester 3, jika diperlukan, untuk perhitungan jalan lahir. Pada trimester 3 akhir, pembentukan dan pematangan organ janin sudah hampir selesai, sehingga kemungkinan mutasi / karsinogen jauh lebih kecil dibandingkan pada trimester pertama / kedua. Tetap harus digunakan dosis radiasi sekecil-kecilnya.
Daftar Pustaka :
1. JNPK-KPR POGI. Asuhan persalinan normal: edisi 3. Jakarta: POGI; 2007
2. Mochtar Rustam. Sinopsis Obstetri: edisi 2. Jakarta: EGC; 1998
3. Friedman Emmanuel, Acker David, Sachs Benjamin. Seri Skema Diagnosis dan Penatalaksanaan Obstetri. 2nd ed. Jakarta: Binarupa Aksara;1998.
4. Anonim. Pemeriksaan Obstetri dan Asuhan Antenatal.[cited 2008 September 8]. Available at URL: http//indonesiannursing.com
5. Hanretty Kevin. Obstetric Illustrated. 6th ed. Edinburgh: Churchill Livingstone; 1969.
6. Winkjosastro Hanifa. Ilmu Kebidanan. 2nd ed. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirodihardjo; 2005.
7. Kristanto Herman, Sutoto. Ilmu Fantom Bedah Obstetri. Semarang : Bagian Obstetri dan Ginekologi FK Undip; 1997.
a. Pemeriksaan laboratorium. Jika terdapat kelainan, ditatalaksana dan diperiksa ulang terus sampai mencapai normal. Jika sejak awal laboratorium rutin dalam batas normal, diulang kembali pada kehamilan 32-34 minggu.
Periksa juga infeksi TORCH (Toxoplasma, Rubella, Cytomegalovirus, Hepatitis / HIV).
Periksa gula darah pada kunjungan pertama, bila normal, periksa ulang pada kunjungan minggu ke 26-28, untuk deteksi dini diabetes mellitus gestasional. Pemeriksaan laboratorium lain yang dikerjakan adalah golongan darah (A, B, O), faktor rhesus, kadar hemoglobin, air kencing untuk albumin, berat jenis, bakteri urin.
b. Pemeriksaan fetal phone, Doppler. Dopler dapat digunakan untuk mendengar denyut jantung janin mulai usia kehamilan 10-12 minggu.
c. Pemeriksaan USG tidak berbahaya karena menggunakan gelombang suara. Frekuensi yang digunakan dari 3.5, 5.0, 6.5 atau 7.5 MHz. Makin tinggi frekuensi, resolusi yang dihasilkan makin baik tetapi penetrasi tidak dapat dalam, karena itu harus disesuaikan dengan kebutuhan.
d. Pemeriksaan pelvimetri radiologik pada akhir trimester 3, jika diperlukan, untuk perhitungan jalan lahir. Pada trimester 3 akhir, pembentukan dan pematangan organ janin sudah hampir selesai, sehingga kemungkinan mutasi / karsinogen jauh lebih kecil dibandingkan pada trimester pertama / kedua. Tetap harus digunakan dosis radiasi sekecil-kecilnya.
Daftar Pustaka :
1. JNPK-KPR POGI. Asuhan persalinan normal: edisi 3. Jakarta: POGI; 2007
2. Mochtar Rustam. Sinopsis Obstetri: edisi 2. Jakarta: EGC; 1998
3. Friedman Emmanuel, Acker David, Sachs Benjamin. Seri Skema Diagnosis dan Penatalaksanaan Obstetri. 2nd ed. Jakarta: Binarupa Aksara;1998.
4. Anonim. Pemeriksaan Obstetri dan Asuhan Antenatal.[cited 2008 September 8]. Available at URL: http//indonesiannursing.com
5. Hanretty Kevin. Obstetric Illustrated. 6th ed. Edinburgh: Churchill Livingstone; 1969.
6. Winkjosastro Hanifa. Ilmu Kebidanan. 2nd ed. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirodihardjo; 2005.
7. Kristanto Herman, Sutoto. Ilmu Fantom Bedah Obstetri. Semarang : Bagian Obstetri dan Ginekologi FK Undip; 1997.


